MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS
PEMBELAJARAN SAINS ABAD KE 21
Pada abad 21 ini teknologi berkembang, hubungan antar bangsa
semakin kuat, terjadi perubahan cara hidup, serta interaksi warga negara
semakin dekat dengan warga negara lain. Seiring dengan perkembangan zaman yang
semakin modern tersebut, masyarakat suatu negara dituntut mampu bersaing dan
melakukan penyesuaian untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Jika
sumber daya manusia suatu negara berkualitas maka dapat dikatakan negara
tersebut maju. Maju mundurnya suatu negara tersebut erat kaitannya dengan aspek
pendidikan. Jadi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, diperlukan
pendidikan yang berkualitas pula. Terutama pada bagian SAINS karena akan membentuk generasi yang menghasilkan karya - karya ilmiah dan tekhnologi yang menjawab tantangan perkembangan zaman.
Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan
percepatan peningkatan
pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung
oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information
super highway (Gates, 1996). Gaya kegiatan pembelajaran pada masa
pengetahuan (knowledge age) harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masa
pengetahuan (knowledge age). Bahan pembelajaran harus memberikan desain yang
lebih otentik untuk melalui tantangan di mana peserta didik dapat berkolaborasi
menciptakan solusi memecahkan masalah pelajaran. Pemecahan masalah mengarah ke
pertanyaan dan mencari jawaban oleh peserta didik yang kemudian dapat dicari
pemecahan permasalahan dalam konteks pembelajaran menggunakan sumber daya
informasi yang tersedia Trilling and Hood (1999 : 21)
Perubahan yang terjadi pada abad ke-21 menurut Trilling and Fadel (2009)
adalah:
- dunia yang kecil, karena dihubungkan oleh teknologi dan transportasi
- pertumbuhan yang cepat untuk layanan teknologi dan media informasi
- pertumbuhan ekonomi global yang mempengaruhi perubahan pekerjaan dan pendapatan
- menekankan pada pengelolaan sumberdaya: air, makanan dan energi
- dalam penanganan pengelolaan lingkungan
- peningkatan keamanan terhadap privasi, keamanan dan teroris; dan
- kebutuhan ekonomi untuk berkompetisi pada persaingan global
Kemdikbud merumuskan bahwa paradigma pembelajaran abad 21 menekankan
pada kemampuan peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber,
merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerjasama serta berkolaborasi
dalam menyelesaikan masalah (Litbang Kemdikbud, 2013). Adapun penjelasan
mengenai framework pembelajaran abad ke-21 menurut (BSNP:2010) adalah sebagai
berikut:
- Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah(Critical-Thinking and Problem-Solving Skills), mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah.
- Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills), mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak.
- Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and Problem-Solving Skills), mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah
- Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills), mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak
- Kemampuan mencipta dan membaharui (Creativity and Innovation Skills), mampu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai terobosan yang inovatif
- Literasi teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communications Technology Literacy), mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kinerja dan aktivitas sehari-hari
- Kemampuan belajar kontekstual (Contextual Learning Skills) , mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi
- Kemampuan informasi dan literasi media s, mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan beragam gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan beragam pihak
Pada ke abad ke 21 juga diperlukan beberapa keterampilan sebagai berikut:
- life and career skills (keterampilan hidup dan berkarir) meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas/Flexibility and Adaptability, (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri/Initiative and Self-Direction, (c) interaksi sosial dan budaya/Social and Cross-Cultural Interaction, (d) produktivitas dan akuntabilitas/Productivity and Accountability dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab/Leadership and Responsibility.
- learning and innovation skills (keterampilan belajar dan berinovasi) meliputi (a) berpikir kritis dan mengatasi masalah/Critical Thinking and Problem Solving, (b) komunikasi dan kolaborasi/Communication and Collaboration, (c) kreativitas dan inovasi/Creativity and Innovation. Tabel 1 menunjukkan keterampilan belajar dan berinovasi.
- Information media and technology skills (keterampilan teknologi dan media informasi) meliputi (a) literasi informasi/information literacy, (b) literasi media/media literacy dan (c) literasi ICT/Information and Communication Technology literacy
Kompetensi yang dibutuhkan pada pembelajaran abad ke 21 sebagai
berikut :
- Perkembangan ranah kognitif, interpersonal, dan intrapersonal.
- Memiliki manfaat yang terukur untuk beberapa area kehidupan
- Kompetensi pada ranah intrapersonal memberikan sumbangan yang berarti bagi kesejahteraan, pengembangan karakter, dan kesuksesan seseorang.
- Kompetensi berkenaan dengan metakognisi dan perkembangan pola pikir merupakan esensi pencapaian kesuksesan di abad 21.
- Kompetensi berkenaan dengan kewarganegaraan lokal, global, dan digital meningkatkan kemampuan individu dalam merespon secara konstruktif terhadap perubahan dan tantangan yang dihadapi.
- Kompetensi berkenaan dengan kreativitas dan inovasi menjadi unsur penting dalam aktivitas kewirausahaan (entrepreunership).
Untuk menuju suatu keberhasilan dalam pendidikan SAINS maka perlu adanya kriteria pendekatan yang dibutuhkan. Pendekatan
sains diadaptasi dari konsep Inovator’s DNA (Dyer, et al., 2009) yang
menyatakan bahwa seseorang memiliki karakteristik sebagai inovator jika
memiliki kemampuan untuk mengasosiasikan satu peristiwa dengan peristiwa
lainnya (associating), bertanya tentang hal-hal yang belum pernah ada
atau belum pernah dilakukan (questioning), melakukan pengamatan
lingkungan sekelilingnya (observing), membuat jejaring untuk memperoleh
hasil yang lebih baik (networking) dan melakukan eksperimen untuk
mencapai inovasi (experimenting).

1.dalam pembelajaran abad ke 21 menurut anda model pembelajaran,strategi dan pendekatan apa yg cocok digunakan dalam mengatasi berkembangnya tekhnologi dan informasi?
BalasHapus2.bagaimana cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi model pembelajaran apa yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains?
3.apakah kurikulum 2013 sudah mampu mengatasi pembelajaran abad ke 21?.dan apa langkah anda dalam mengatasi pembelajaran postmodern apakah sama dengan pembelajaran abad ke 21
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSedikit tambahan utk no jwaban no 3.?menurut saya belum krn apa kurikulum 2013 saya tidak cukup utk mengatasi pembelajaran di abab 21 ini.k 13 ini dari segi penerap saja belum merata yg diterap kan di sekolah2 hanya sekolah tertentu saja menerapkan k13 bagai mana mau di mengatasi proses pembelajaran di abad 21 ini.
HapusSaya akan mencoba menjawab peranyaan no 2, menurut saya tidak smua guru di daerah terpencil tertinggal, hanya saja sarana dan prasarana yg lmbat smpai ke sekolah mereka. Untk itu guru harus mengakses apa saja yg menjadi perkembangan dlam dunia pendidikan, mulai dari model hingga yg lain nya untk pembelajran sains. Guru punya cara tersendiri bgaimna membelajarkan siswa nya. Wlau tidak menggunakan model yg lagi berkembang. Ttpi guru mmpu membuat siswa nya memahami dan mengomunikasikan apa yg tlah d ajarkan gurunya..
BalasHapusSekian terimah kasih...
Sedikit sharing untuk pertanyann nmor 1 pak arif,Pembelajaran sains di era abad 21 sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri) dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif (creative thingking) dan berpikir kritis (critical thingking), mampu memecahkan masalah, dan pada k13 sudah disediakan model2 pembelajaran yg didasarkan tuntutan2 tersebut seperti model problem based learning, project based learning, inqury, maupun discovery learning, hanya kita sebagai guru perlu meningkatkat kompetensi dan kreatifitas dalam menggunakan model2 tersebut sehingga terjadi perkembngan siswa yg mampu bersaing di abad ke 21, terimakasih
BalasHapusKaterbatasan sarana dan prasarana tidak menjadi halangan seorang guru untuk tidak dapat melakukan hal inovatif, semisal kita menggunakan alam sekitar sekolah menjadi media pembelajaran yang kita gunakan untuk menjadi perangkat pembelajaran.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Menyikapi pertanyaan nomor 3. Menurut saya, dalam keadaan sekarang K13 sudah mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran. mungkin masalah yang sering muncul justru dari guru yang belum siap dengan sistem ini. Kadang guru masih berpikir dengan cara sebagaimana model pembelajaran terdahulu. Model pembelajaran K13 sebenarnya sudah berpusat ke siswa (student centered), namun masih perlu terus diperbaiki dalam pelaksanaannya. Terima kasih,.
BalasHapus2.bagaimana cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi model pembelajaran apa yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains?
BalasHapusjawaban menurut saya, pemerintah sudah mengatasi ketertinggalan perkembangan teknologi dan informasi, baik dri semua kementrian, untuk kemajuan pendidikan dan sosial bangsa indonesia. krena akar majunya sebuah negara dilihat dri kemajuan pendidikan dan teknologinya.sehingga hampir disemua plosok desa sudah bisa mengakses internet. positifnya guru bisa menambah informasi diluar sana.
model yg tepat digunakan.model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Disamping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education (PBE)
cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi model pembelajaran apa yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains? memang sulit untuk mengatasinya tapi itulah tugas guru yang menjadi ujung tombak dalam dunia pendidikan,mungkin salah satu cara guru harus membuat suatu kelompok belajar,saling bertukar pikiran dalam menyapaikan pendapat yang biasa kita sebut MGMP, dengan cara itu lah guru bisa mendapatkan informasi yang luas mengenai cara meningkatkan mutu pendidikan disekolahnya.
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan no.2
BalasHapusMenurut saya maju atau tertinggalnya suatu pendidikan adalah tergantung dari komponen sekolahnya sendiri, yang paling berperan besar adalah guru, jadi yang harus disiapkan adalah seorang guru harus manjadi manusia yang dinamis dan berfikir ke depan(futuristic) dengan tanda-tanda dimilikinya sifat informatif, modern, bersemangat, dan komitmen untuk pengembangan individu maupun bersama-sama. Dan yang tak kalah penting, guru diharuskan mampu menguasai IT, atau setidak-tidaknya mampu mengoperasionalkan. Guru diharapkan benar-benar mampu mengajak siswanya siap dalam menghadapi tantangan zaman. Sebagai guru profesional juga wajib tumbuh dalam dirinya jiwa semangat dan sebagai penyemangat. Untuk yang satu ini, hal mendasar yang harus dimiliki guru adalah kekayaan pengetahuan dan kompetensi materi yang akan diajarkan. Tanpa itu, mustahil guru akan dapat mengajar dengan baik, lugas dan lancar. Model yang cocok adalah yang berpusat pada siswa sehingga siswa bisa mengembangkan apa yang diketahuinya dan menjadi kreatif.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusArtikel nya menarik.
Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 1.
Pembelajaran sains di era abad 21 sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri) dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif (creative thingking) dan berpikir kritis (critical thingking), mampu memecahkan masalah, melatih kemampuan inovasi dan menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi. Pendidkan sains juga harus mampu berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi yang selaras dengan nilai dan budaya-budaya yang ada didalam masyarakat.
Terima kasih
Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil adalah dengan memaksimalkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi serta menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran sains
BalasHapusArif Wiratama7 Februari 2018 06.49
BalasHapus1.dalam pembelajaran abad ke 21 menurut anda model pembelajaran,strategi dan pendekatan apa yg cocok digunakan dalam mengatasi berkembangnya tekhnologi dan informasi?
Saya coba sedikit berbagi, mungkin disini kita bisa menggunakan model pembelajaran active learning, dimana student centre berperan dalam model ini. Dengan model ini pakai lah strategi yng membuat peserta didik krrativ dalam mnggunakan media IT, misal strategi everyone is ateacher here... disitu kemampuan siswa menvari pemecahan masalah di media it trtasah sbelum iaenjadi pengajar untik siswa yg lain... mgkin sedikit nerbagi dr saya...salam edukasi
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapussaya menanggapi pertanyaan no 3, Dilihat dari segi perencanaannya pemerintah telah menyiapkan kurikulum 2013 sebagai fokus dalam pembelajaran abad 21. Tetapi pada pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang menjadi penghalang untuk terwujudnya pembelajaran abad 21 ini. salah satunya yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang terbatas. Dimana salah satu yang menjadi ciri pada pembelajaran abad 21 ini yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. sekolah yang masih jauh tertinggal dengan fasilitas sekolah yang kurang akan jauh tertinggal dibandingkan dengan sekolah dengan fasilitas yang baik. ini menjadi kendala terwujudnya pembelajaran abad 21 yang merata. Dengan demikian dibutuhkan usaha pemerintah dalam mengahadapi permasalahan tersebut. Tetapi dilihat dari sisi lainnya usaha yang dapat dilakukan guru dalam menghadapi pembelajaran abad 21 ini yaitu berperan sebagaimana mestinya yaitu dimana guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pusat pembelajaran, guru dapat menggunakan model,strategi,pendekatan dalam proses pembelajaran.
saya akan mencoba menjawab so'al nomor 2.
BalasHapusmaka disini dibutuh kan kreatifitas guru dalam melakukan pembelajaran.bisa dilakukan pembelajaran kontekstual atau melakukan observasi langsung pada wilayah yg di perlukan
Ulasan yang menarik
BalasHapusSaya akan menanggapi pertanyaan sdr.Arif mengenai: bagaimana cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi model pembelajaran apa yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains?
-menurut saya,untuk mengatasi hal tersebut adalah pemerintah harus merata ke segala daerah untuk meningkatkan tekhnologi yang ada di sekolah-sekolah tersebut,tidak hanya fokus pada sekolah yang ada di perkotaan. Walaupun di sekolah terpencil minim fasilitas khususnya alat tekhnologi,Guru harus berpikir kreatif dan inovatif,contohnya: guru bisa menciptakan alat peraga sederhana atau media sendiri dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga pembelajaran jadi lebih bermakna walaupun sekolah mereka minim fasilitas.
Terima kasih.
Assalamualaikum, saya mencoba menjawab pertanyaan nomor satu yaitu Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal.
BalasHapus1. Critical Thinking and Problem Solving
2. Creativity and Innovation
3. Communication
4. Collaboration
salah satu contoh metode yg kita pelajari minggu lalu kolaborasi dan contekstual... terima kasih
Trimakasih sdr arif.
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda no2. bagaimana cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi dan informasi model pembelajaran apa yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains?
Agar penduduk yang tinggal di daerah terpencil tidak semakin tertinggal oleh perkembangan zaman maka perlu diberikan pendidikan yang berkualitas. Tidak hanya pendidikan, juga pelatihan serta keterampilan dengan didukung sarana dan prasarana yang menunjang Didaerah sekitar. Meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan metode belajar mengajar yang menyenangkan bagi murid-murid. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi murid.
Assalamualaikum
BalasHapusSaya akn mencoba menjawab pertanyaan no 2. Untuk mengatasi ketertinggalan mengenai kemajuan teknologi di desa tidak hanya peran pemerintah. Guru, orang tua atau pun pribadi harus mencari jalan keluar untuk mengejar ketertinggalan ini dengan mensosialisasikan pentingnya teknologi.Selain itu guru jugu harus kreatif, dalam menerapkan startegi maupun model pembelajaran.
saya akan mencoba menjawab soal n0 2. menurut saya adapaun yang harus dilakukan untuk cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi adalah bahwa pemerintah harus memprioritaskan peningkatan SDM dan infrastruktur (Sarana dan prasara)yang medukung terkait Teknologi informasi
BalasHapusada di daerah terpencil seperti di daerah papua. adapun model pembelajaran yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains di daerah terpencil adalah model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual karena konsep belajar ini membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa sehingga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka secara nyata di daerah mereka masing-masing.
saya akan mencoba menjawab soal n0 2. menurut saya adapaun yang harus dilakukan untuk cara mengatasi ketertinggalan pada daerah terpencil,agar mereka bisa mengikuti perkembangan tekhnologi adalah bahwa pemerintah harus memprioritaskan peningkatan SDM dan infrastruktur (Sarana dan prasara)yang medukung terkait Teknologi informasi
BalasHapusada di daerah terpencil seperti di daerah papua. adapun model pembelajaran yg tepat digunakan dalam pembelajaran sains di daerah terpencil adalah model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual karena konsep belajar ini membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa sehingga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka secara nyata di daerah mereka masing-masing.