MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM SAINS


Pembelajaran Quantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neurology/neurologistik yang jauh sebelumnya sudah ada
1.      Karakteristik Umum
Pembelajaran Quantum memiliki karakteristik umum yang dapat memantapkan dan menguatkan sosoknya.
Karakteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran quantum sebagai berikut :
1.      Pembelajaran quantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika quantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep quantum dipakai.
2.      Pembelajaran quantum lebih bersifat kontruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau natifistis.
3.      Pembelajaran quantum lebih bersifat konstruktivis (tis), bukan positivistis-empiris, behaviorsistis.
4.      Pembelajaran quantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
5.      Pembelajaran quantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan yang tinggi.
6.      Pembelajaran quantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisalan atau keadaan yang dibuat-buat.
7.      Pembelajaran quantum sangat menekankan kebermaknaandan kebermutuan proses pembelajaran.
8.      Pembelajaran quantum memiliki model yang memadukan koteks dan ini pembelajaran.
9.      Pembelajaran quantum memusatkan perhatian pada pembentukan ketrampilan akademis, ketrampilan dalam hidup dan prestasi fisikal atau material.
10.  Pembelajaran quantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
11.  Pembelajaran quantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan bukan keseragaman dan ketertiban.
12.  Pembelajaran quantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

Prinsip Utama Pembelajaran Quantum
Prinsip dapat berarti (1) aturan aksi atau perbuatan yang diterima atau dikenal dan (2) sebuah hukum, aksioma, atau doktrin fundamental.
1.      Prinsip pembelajaran quantum berbunyi : bawalah dunia mereka (pembelajar) kedalam dunia kita (pengajar), dan antarkan dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka (pembelajar).
2.      Dalam pembelajaran quantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni.

Prinsip-prinsip dasar ada lima macam berikut ini :
1)      Ketahuilah bahwa semuanya berbicara
2)      Ketahuilah bahwa semuanya bertujuan
3)      Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
4)      Akuilah  setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran
5)      Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan segala sesuatu yang layak dipelajari oleh pembelajar sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
alam pembelajaran quantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.
Delapan kunci keunggulan quantum :
1)      Terapkanlah hidup dalam integritas Dalam pembelajaran bersikaplah apa adanya, tulus, dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita menyatu.
2)      Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan Dalam pembelajaran, kita harus mengerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi kepada kitayang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil.
3)      Berbicaralah dengan niat baik Dalam pembelajaran, perlu dikembangkan ketrampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung
4)      Tegaskanlah komitmen Dalam pembelajaran, baik pengajar maupun pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah ditetapkan.
5)      Jadilah pemilik Dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab tidak akan terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
6)      Tetaplah lentur Dalam pembelajaran, pertahankan kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
7)      Pertahankan keseimbangan Dalam pembelajaran, pertahankan jiwa, tubuh,  emosi dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran yang efektif dan optimal.
B.     Quantum learning
A.    Hakekat Quantum Learning
Quantum learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang telah terbukti efektif di sekolah dan bisnis bekerja untuk semua tipe orang, dan segala usia. Quantum learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanoy, seorang penyidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen  dengan apa yang disebutnya sebagai “Suggestology” atau “Suggestopedia”.
Prinsip quantum learning adalah bahwa sugesti dapat  dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif maupun negatif.
Quantum learning  mencakup aspek-aspek penting dalam program neurologistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Quantum learning adalah gabungan yang sangat seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal, dan antara waktu yang dihabiskan di dalam zona yang aman.
1.      Beberapa Petunjuk Dalam Quantum Learning
·         Melihat sekilas
Sebelum membaca, lihat materi bacaan secara sekilas pada malam sebelumnya, dan lihat kembali catatan sebelum memulai pelajaran di sekolah atau melakukan presentasi.
·         “Inilah saatnya”
Manfaatkanlah setiap waktu, jadikan semua subjek menarik dan bersikap kreatif.
·         Tempat belajar
Belajarlah ditempat pada waktu yang teratur. Atur posisi yang baik dan gunakan pencahayaan yang tepat.
·         Gunakan musik
·         Istirahat
·         Rencanakan sebelumnya
·         Berdiri dan duduk dengan tegak
·         Kegagalan adalah umpan balik
·         sikap
Model Pembelajaran Quantum Teaching
Quantum Teaching berasal dari dua kata yaitu “Quantum” yang berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya dan “Teaching” yang berarti mengajar. Dengan demikian makaQuantum Teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada didalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar yang efektif yang dapat mempengaruhi kesuksesan siswa. Abuddin Nata, dengan mengutip pendapatnya DePorter mengatakan bahwa Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian dan fasilitasi SuperCamp. Diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning (Lozanov), Multiple Intellegence Gardner), Neuro-Linguistic Programing (Ginder & Bandler), Eksperiental Learning (Hahn), Socratic Incuiry, Cooperative Learning (Jhonson & Jhonson), dan Element of Effective Intruction (Hunter). Quantum Teaching merangkaikan yang paling baik dari yang terbaik menjadi paket multisensori, multikecerdasan, dan kompatibel dengan otak, yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami, dan kemampuan murid untuk berprestasi. Sebagai sebuah pendekatan belajar yang segar, mengalir, praktis dan mudah diterapkan.
Model pembelajaran Quantum Teaching mulai dikembangkan di Amerika sekitar tahun 1999, yang dipelopori oleh Bobbi DePorter dan Mark Reardon (Suyitno, 2004:34). Quantum Teaching dimulai di Super Camp, sebuah program percepatan Quantum Learning yang ditawarkan oleh Learning Forum. Dalam program menginap selama dua belas hari ini siswa memperoleh kiat-kiat yang membantu mereka dalam mencatat, menghafal, membaca, menulis, berkreatifitas, berkomunikasi serta membina hubungan. Adapun hasil-hasil yang dicapai dalam SuperCamp: 68% meningkatkan motivasi, 73% meningkatkan nilai, 81% meningkatkan rasa percaya diri, 84% meningkatkan harga diri, dan 98% melanjutkan penggunaan keterampilan, (DePorter, 2004:4).
Porter (2000:3) menyatakan bahwa, “Quantum Teaching menunjukan kepada anda menjadi guru yang baik. Quantum Teaching cara-cara yang baru yang memudahkan proses belajar lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang anda ajarkan. Dan dengan menggunakan metode Quantum Teaching anda akan dapat menggabungkan keistimewaan-keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pelajaran yang akan melejitkan prestasi siswa”.
Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya.
Dalam Quantum Teaching terdapat tiga hal yang harus dipahami yaitu, Quantum, Pemercepatan belajar, dan fasilitasi. Quantum artinya adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Sehingga Quantum Teaching adalah upaya guru mengorkestrasikan berbagai interaksi yang berada di dalam dan di sekitar momen belajar, sehingga kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya. Interaksi-interaksi mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa, sekaligus mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain, (DePorter, 2004:5).
Pemercepatan belajar berarti menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, dan keterlibatan aktif, (DePorter, 2004:5). Fasilitasi, artinya memudahkan segala hal. Fasilitasi dalam konteks ini merujuk pada implementasi strategi menyingkirkan hambatan belajar, mengembalikan proses belajar ke keadaan yang mudah dan alami. Fasilitasi ini juga termasuk penyediaan alat-alat bantu yang memudahkan siswa belajar, (DePorter, 2004:6).
Pembelajaran quantum learning adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan. Quantum learning merupakan salah satu pengajaran yang menuntut adanya kebebasan, santai, menakjubkan, menyenangkan, dan menggairahkan. Karakteristik dalam model pembelajaran quatum learning yaitu penataan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan serta menggunakan iringan musik yang disesuaikan dengan suasana hati serta menggunakan berbagai jenis musik merupakan kunci menuju quantum learning seperti musik pop, dangdut, klasik, jazz dan lain – lainMenurut Bobby DePorter & Hernacki (2004:12) belajar dengan menggunakan quantum learning akan memberikan manfaat yaitu : 1) bersikap positif, 2) meningkatkan motivasi, 3) keterampilan seumur hidup, 4) kepercayaan diri dan 5) sukses atau hasil belajar yang meningkat.
Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan pembelajaran Quantum Teaching adalah upaya guru untuk mengorkestrasikan berbagai interakasi dalam proses pembelajaran menjadi cahaya yang melejitkan prestasi siswa, dengan menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat, sehingga siswa dapat belajar secara mudah dan alami (DePorter, 2002:5).
Dengan Quantum teaching guru dapat mengajar dengan memfungsikan kedua belahan otak kiri dan otak kanan pada fungsinya masing-masing. Penelitian di Universitas California mengungkapkan bahwa masing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda. Otak kiri menangani angka, susunan, logika, organisasi, dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. Bagian otak ini yang digunakan berpikir mengenai hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.
Otak kanan mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.

Asas Utama Quantum Teaching
Pembelajaran Quantum Teaching memiliki asas utama: “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksud asas utama ini memberi pengertian bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki dunia yang dialami oleh siswa. Cara yang dilakukan oleh seorang guru adalah dengan mengajarkan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka ke dalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia Kita” dipeluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
 Prinsip prinsip Quantum Teaching
Prinsip yang digunakan dalam Quantum Teaching terdiri dari lima prinsip yaitu: (1) segalanya berbicara, (2) segalanya bertujuan, (3) pengalaman sebelum pemberian nama, (4) akui setiap usaha, (5) jika layak dipelajari, maka layak dirayakan.
  1. Segalanya Berbicara, prinsip segalanya berbicara mengandung pengertian bahwa “segala sesuatu di ruang kelas berbicara” mengirim pesan tentang belajar.
  2. Segalanya Bertujuan, prinsip segalanya bertujuan berarti bahwa semua upaya yang dilakukan guru dalam mengubah kelas mempunyai tujuan, yaitu agar siswa dapat belajar secara optimal untuk mencapai prestasi yang yang tinggi.
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama, Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk hal-hal yang mereka pelajari. Pengalaman menciptakan pertanyaan mental, seperti: Apa?, Mengapa?, Bagaimana?. Jelasnya pengalaman membangun keingintahuan siswa, menciptakan pertanyaan dalam benak mereka, membuat mereka penasaran. Dalam kondisi demikian, barulah guru memberikan nama: menjelaskan materi pelajaran. Jadi, sebelum menyajikan materi pelajaran, guru perlu terlebih dahulu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengalami atau mempraktikkan sendiri
  4. Akui Setiap Usaha, pengakuan terhadap usaha siswa dimaksudkan agar mereka dapat mencapai hasil yang lebih baik. Perlu ditegaskan di sini, bahwa dalam Quantum Teaching tidak dikenal istilah “gagal”. Yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. Setiap hasil adalah prestasi, baik yang sudah tepat atau belum: dan masing-masing akan menjadi umpan balik demi pencapaian hasil yang tepat sebagaimana dimaksudkan. Oleh karena itu, semua usaha siswa harus dihargai atau diakui.
  5. Jika Layak Dipelajari, maka Layak Pula Dirayakan. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa perlu seringsering merayakan kesuksesan belajar, dan menghubungkan belajar, dengan perayaan. Bentuk perayaan, misalnya: tepuk tangan, tiga kali hore, jentikan jari, kejutan, dan lain-lain.

Model Quantum Teaching
Model pembelajaran quantum learning merupakan model pembelajaran yang membiasakan belajar menyenangkan. Dengan menerapkan model pembelajaran quantum learning ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehinga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Quantum Learning merupakan suatu cara membelajarkan siswa yang digagas oleh DePortter. Melalui quantum learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya [3]. Model Quantum Teaching mengambil bentuk yang hampir sama dengan sebuah simponi, yang membagi unsur-unsur pembentuk simponi menjadi dua kateori, yaitu : konteks dan isi. Dalam konteks terdapat unsur lingkungan, suasana, landasan dan rancangan. Sedangkan dalam isi kita akan menemukan unsur fasilitasi, penyajian, serta keterampilan. Selain itu model Quantum Teaching mempunyai kerangka rancangan belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan, (DePorter, 2004:8-9). Berikut ini akan dijelaskan pengertian tersebut.
1.      Tumbuhkan
Merupakan tahap menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru berusaha mengikut sertakan siswa dalam proses belajar. Motivasi yang kuat membuat siswa tertarik untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Tahap Tumbuhkan bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu gambaran atau benda nyata, cerita pendek atau video.
2.      Alami
Alami merupakan tahap ketika guru menciptakan atau mendatangkan pengalaman yang dapat di mengerti semua siswa. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Selain itu tahap ini juga untuk mengembangkan keingin tahuan siswa. Tahap alami bisa dilakukan dengan mengadakan pengamatan.
3.      Namai
Tahap namai merupakan tahap memberikan kata kunci, konsep, model, rumus atau strategi atas pengalaman yang telah diperoleh siswa. Dalam tahap ini siswa dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang telah dilewati. Tahap ini penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Proses penamaan dibangun atas pengetahuan awal dan keingin tahuan siswa saat itu. Penamaan merupakan saat untuk mengajarkan konsep kepada siswa. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis dan poster dinding.
4.      Demonstrasi
Tahap Demonstrasi memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ke dalam pembelajaran yang lain dan ke dalam kehidupan mereka. Tahap ini menyediakan kesempatan siswa untuk menunjuk apa yang mereka ketahui. Tahap Demonstrasi bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan dan menunjukkan hasil pekerjaan.
5.      Ulangi
Pengulangan akan memperkuat koneksi saraf sehingga menguatkan struktur kognitif siswa. Semakin sering dilakukan pengulangan pengetahuan akan semakin mendalam. Bisa dilakukan dengan menegaskan kembali pokok materi pelajaran, memberi kesempatan siswa untuk mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal.
6.      Rayakan
Rayakan merupakan wujud pengakuan untuk menyelesaikan partisipasi dan memperoleh keterampilan dalam ilmu pengetahuan. Bisa dilakukan dengan pujian, tepuk tangan, bernyanyi bersama. 
Lingkungan Quantum Teaching
Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang dapat memacu atau menghambat belajar, Dhoroty dalam DePorter (2000:66). Lingkungan kelas yang hangat, nyaman, rapi, bersih, dan suasana yang penuh keakraban tentunya dapat memacu semangat siswa untuk belajar akan tetapi lingkungan kelas yang sunyi, suram, dan tidak tertata tentunya dapat menghambat kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, Quantum Teaching memiliki ide-ide yang dapat digunakan diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Poster Afirmasi. Menggambarkan afirmasi seperti dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa untuk belajar.
  2. Warna. Warna dapat digunakan untuk memperkuat pengajaran guru dan belajar siswa.
  3. Pengaturan bangku. Pengaturan bangku dapat disusun untuk mendukung tujuan belajar. Cara guru mengatur bangku dapat memainkan peran penting dalam pengorkestrasian belajar.
  4. Musik. Guru dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan mendukung lingkungan belajar. Musik yang dapat digunakan diantaranya adalah (Mozart, Bach, Vivaldi, Handel, dan musik klasik Satie dan rachmaninof).
  5. Aroma. Guru dapat memberikan sedikit aroma wewangian dalam lingkungan kelasnya. Menurut Hirsc dalam DePorter (2000:72), manusia dapat meningkatkan kemampuan berpikir mereka secara kreatif sebanyak 30% saat diberikan wangi bunga tertentu.

Ciri-ciri Quantum Teaching
Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model Quantum Teaching menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut.
  • Penggunaan musik dengan tujuan-tujuan tertentu.
  • Pemanfaatan ikon-ikon sugestif.
  •  Penggunaan ”stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya.
  • Penggunaan bahasa yang unggul.
  • Suasana belajar yang menyenangkan dan saling memberdayakan.

Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching
Kelebihan Quantum Teaching adalah a) selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa, b) menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa, c) adanya kerjasama,  d) menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak dipahamisiswa, e) menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan dalam diri sendiri, f) belajar terasa menyenangkan, g) Ketenangan psikologi, h) Motivasi dari dalam, i) adanya kebebasan dalam berekspresi, dan j) menumbuhkan idialisme, gairah dan cinta mengajar oleh guru. Sedangkan kekurangan Quantum Teaching adalah: a) memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung, b) memerlukan fasilitas yang memadai, c) model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia, dan d) kurang dapat mengontrol siswa
Langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui konsep Quantum Learning adalah dengan cara:
1.      Kekuatan Ambak
Ambak adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan [3]. Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi motivasi oleh guru agar siswa dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses belajar.
2.      Penataan lingkungan belajar
Dalam proses belajar dan mengajar diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman, dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.
3.      Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan segan-segan untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil dalam belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4.      Bebaskan gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang dipunyai oleh siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan kinestetik. Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5.      Membiasakan mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6.      Membiasakan membaca
Salah satu aktivitas yang cukup penting adalah membaca. Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku yang lain.
7.     Jadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8.      Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori sangat diperlukan dalam belajar anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik.

  1. Bagaimana jika ada langkah dari QT yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya?
  2. Bagaimana cara mengatasi rasa badmood pada guru ketika mengajar? Karena pada QT guru harus menularkan semangat kepada siswanya
  3. Apakah dasar - dasar filosofis pembentukan Model QT yang dikembangakan pada awal 2000an sama dengan dasar filosofis pengembangan pembelajaran saat ini yg sama-sama memiliki prinsip student centered

Komentar

  1. Menanggapi pertanyaan nomor satu; Bagaimana jika ada langkah dari QT yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya? Jawabannya relatif. Untuk menerapkan QT tidak harus melakukan keseluruhan langkah-langkahnya,. Pendidik bisa memilih langkah apa saja yang diperlukan agar pembelajaran berjalan efektif dan menyenangkan.
    Terimakasih
    Koment balik ya gaes :-)

    BalasHapus
  2. assalamualaikum wr.wb
    saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
    kalau menurut saya kita harus bisa mengontrol diri karena mood sangat penting dalam pembelajaran. berlakulah professional tanpa harus menyatukan masalah pribadi dengan kewajiaban kita sebagai seorang guru karena seorang guru adalah contoh untuk siswa,apalagi d dalam pembelajaran dengan model quantum seorang guru harus menularkan semangat kepada seorang guru.
    terima kasih

    BalasHapus
  3. ada langkah dari Quantum Teaching yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya?
    dalam model ini penerapan langkah-langkahnya menentukan keberhasilan, apabila salahsatu langkah tidak terpenuhi maka akan mengurasi nilai-nilai yang diharapkan bahkan bisa dikatakan gagal dalam penggunaan model ini.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  4. Menanggapi prtanyaan no 2. Mnrt saya cara mengembalikan mood guru adlah dgn ttap fokus saat mngajar dan mnyampingkan maslah pribadi. Krna mnrt saya pribadi mood it brubah biasa a krna mslah pribadi. Selain itu guru harus mmpunyai motode yg banyak agar pembelajran tdak mmbosannkan. Dan juga kondisi klas yg nyman. Krna knyamanan saat blajr sngat d btuhkan untk guru maupun siswa agar mood dn smgat a ttap trjaga. Sekian..

    BalasHapus
  5. menanggapi pertanyaan pertama
    Bagaimana jika ada langkah dari QT yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya?
    menurut saya tidak efektif karena jika salah satu langkah TANDUR dalam model quantum maka itu bukan model pembelajaran quantum dan akan berpengaruh terhadap hasil yang diharapkan. terima kasih

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum wr wb
    Saya menanggapi pertanyaan no 2.
    Menurut saya mengatasi rasa badmood guru yaitu dengan cara sebelum mengajar guru setidaknya menyediakan sedikit waktu untuk merelaksasikan diri sejenak, melakukan aktivitas yang menyenangkan dan yang paling penting guru harus selalu ingat bahwa ia harus profesional apapun penyebab dari rasa badmoodnya seharusnya tidak mempengaruhi proses pembelajaran. terima kasih

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1. Menurut saya jika salah satu langkah quantum tidak diterapkan. itu dapat membuat proses tertentu hilang dalam suatu pembelajran. Hal itu membuat tidak efektifnya proses belajar. Karena semua sintak harus dilakukan agar proses pembelajran dapat berjalan baik dan efektif.

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya langkah TANDUR harus dilaksanakan semua agar dapat tercapai pembelajaran yang menyenangkan dan materi pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan baik

    BalasHapus
  9. Bagaimana jika ada langkah dari QT yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya?
    kalau salah satu langkahnya tertinggal maka hasil pembelajarannya tidak tercapai, model quantum bisa berjalan dengan baik harus menyesuaikan langkahnya dengan baik agar materinya bisa di pahami oleh siswa dan menghasilkan nilai siswa yang tuntas.

    BalasHapus
  10. menurut saya, Bagaimana jika ada langkah dari QT yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya?tidak efektif karena setiap lgkah model tersebut mrupakan alur yg hrus guru laksanakan.cntohnya jika kita ingin menggaris sebuah buku tulis dan kita tdk memiliki penggaris maka garis yg kita buat akan tidak lurus.

    BalasHapus
  11. menaggapi pertanyaan nomor 3. QT dan pembelajaran sekarang ini adalah sama karena sama-sama dikembangkan dengan dasar filosofis kontruksivisme yang mana siswa belajar menemukan dan mengorganisasikan pengetahuannya sendiri, dan bukan guru yang menjadi pusat dari proses pembelajaran.

    BalasHapus
  12. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu Bagaimana jika ada langkah dari model quatum learning yang tidak dilaksanakan oleh guru? Apakah masih sama efektifnya? Menurut saya tentu berbeda atau bisa dikatakan kurang efektif karena tentu dalam setiap langkah yang dilakukan dalam pembelajaran baik menggunakan model lain maupun model quatum learning ini memiliki tujuan tersendiri seperti pada model pembelajaran quantum ini terdapat langkah atau tahap yang disebut Tumbuhkan dimana pada tahap ini menumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Melalui tahap ini, guru berusaha mengikutsertakan siswa dalam proses belajar. Bagaimana siswa tersebut tertarik untuk belajar jika langkah tersebut dihilangkan.

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum, saya akan menanggapi pertanyaan kedua yaitu " Bagaimana cara mengatasi rasa badmood pada guru ketika mengajar? Karena pada QT guru harus menularkan semangat kepada siswanya" Menurut saya ketika akan mengajar maka seorang guru harus menghilangkan semua masalah lain, cukup di satu fokus yaitu mengajar dengan hati ikhlas dan bahagia. Tentu saja pembelajaran yang menyenangkan antar siswa dan guru pun akan tercapai. Transfer semangat dan motivasi dari seorang guru sangat berperan dalam menumbuhkembangkan semangat belajar siswa pula. Ditambah lagi dengan Model Pembelajaran Quantum yang telah disiapkan guru.

    BalasHapus
  14. Assalamualaikum, saya akan menjawab pertanyaan nomor 1, suatu model pembelajaran itu harus memenuhi sekitar 80 % kriterianya , jika kurang dari itu maka bukan dinamakan model tersebut, dalam hal ini dilihat dulu langkah apa yg tidak terlaksana, jika langkh inti yg ditinggalkan kemungkinan bukan dinamakan model tersebut

    BalasHapus
  15. Baiklah saya akan mencoba menjawab soal nomor 2. terkait cara untuk mengatasi badmood pada saat pembelajaran quantum learning menurut saya adalah salah caranya adalah dengan selalui menanamkan sikap bahwa apa yang kita lakukan adalah ibadah jariah kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak didik, disamping itu juga kita selalu bersifat terbuka terhadap hal-hal yang baru seperti adanya model pembelajaran yang baru kuantum learning

    BalasHapus

Posting Komentar